Jakarta – Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) kembali mengambil langkah strategis dalam mendukung transformasi teknologi dan ketahanan energi nasional. Pada Rabu, 20 Mei 2026, Ketua Tim Pelaksana (Katimlak) KKIP, Letjen TNI (Purn) Dr. Yoedhi Swastanto, MBA., memimpin langsung agenda Business Matching lintas sektoral yang dilangsungkan di Ruang Rapat Lantai 8, Gedung R. Soeprapto, Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Forum tingkat tinggi kali ini mengusung tema “Penguatan Industri Pertahanan untuk Mendukung Industri Nasional Mobil Listrik (Electric Vehicle/EV) dalam rangka Efisiensi Penggunaan Bahan Bakar Fosil”.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk memperkokoh sinergi antara sektor industri pertahanan dengan para pelaku industri kendaraan listrik nasional. Pengembangan ekosistem EV dinilai menempati posisi krusial dalam membangun kemandirian industri nasional, yang bermuara pada penguatan ketahanan energi sekaligus mendongkrak daya saing Indonesia di masa depan.
Agenda krusial ini dihadiri oleh pemangku kepentingan yang sangat komprehensif, meliputi perwakilan dari berbagai Kementerian/Lembaga (K/L), BUMN, BUMS, entitas industri pertahanan, produsen kendaraan listrik nasional, hingga lembaga riset. Turut hadir pula jajaran Tim Pelaksana dan Tim Ahli KKIP.

Fokus utama dari pertemuan ini adalah untuk melakukan penyelarasan (alignment) antara kebutuhan operasional pengguna di lingkungan industri pertahanan dengan kapasitas nyata yang dimiliki oleh pelaku industri EV nasional. Penyelarasan ini diharapkan mampu memantik kolaborasi lintas sektor, membuka keran investasi, serta mempercepat kematangan ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.
Dalam ekosistem yang tengah berkembang ini, KKIP hadir mewakili Pemerintah guna menjalankan peran sentralnya sebagai integrator strategis.
Kehadiran KKIP bertugas menjembatani secara langsung kepentingan antara pihak pengguna di sektor pertahanan dengan para pelaku industri kendaraan listrik. Melalui orkestrasi yang terarah ini, pengembangan industri kendaraan listrik nasional diproyeksikan dapat berjalan secara lebih efektif, berkelanjutan, dan siap bersaing di kancah global
