Jakarta – Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) terus melakukan langkah proaktif dalam membangun kemandirian pertahanan nasional. Pada Rabu, 4 Maret 2026, KKIP menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis bersama Badan Teknologi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Batekhan Kemhan) yang dilangsungkan di Ruang Rapat KKIP.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pelaksana (Katimlak) KKIP, Letjen TNI (Purn) Dr. Yoedhi Swastanto, MBA., dan turut dihadiri oleh para Kepala Bidang (Kabid) KKIP, Staf Ahli (Sahli) KKIP, beserta jajaran staf. Hadir sebagai narasumber utama dalam rapat ini adalah Kepala Batekhan (Kabatekhan) Kemhan, Laksamana Muda TNI Arif Harnanto.

Dalam sesi paparannya, Laksda TNI Arif Harnanto menyoroti dinamika konteks strategis global saat ini. Beliau menyampaikan bahwa Indonesia tengah dihadapkan pada ancaman teknologi yang semakin intensif, beriringan dengan tingkat ketergantungan negara terhadap teknologi luar negeri yang masih tergolong tinggi.

“Oleh karena itu, tantangan utama Kementerian Pertahanan ke depan adalah bagaimana kita mampu mewujudkan kedaulatan teknologi. Orientasinya tidak lagi sekadar pada pemenuhan kuantitas semata, melainkan fokus pada esensi kedaulatan teknologi itu sendiri,” tegas Kabatekhan.

Menanggapi paparan tersebut, Katimlak KKIP, Letjen TNI (Purn) Dr. Yoedhi Swastanto, MBA., memberikan arahan krusial terkait pentingnya sinkronisasi antara riset dan operasional. Beliau menekankan bahwa hasil Penelitian dan Pengembangan (Litbang) harus benar-benar diselaraskan dengan kebutuhan riil pertahanan matra.

Lebih lanjut, Katimlak KKIP juga menginstruksikan agar proses pengadaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) dari luar negeri dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Kita harus mengoptimalkan program offset (imbal dagang/alih teknologi) dari setiap pengadaan Alpalhankam guna mengakselerasi kemandirian dan hasil litbang di dalam negeri,” pungkasnya.

Sinergi antara KKIP dan Batekhan Kemhan ini diharapkan mampu membuahkan cetak biru yang konkret guna meminimalisasi ketergantungan impor, sekaligus mendorong ekosistem industri pertahanan Indonesia agar semakin mandiri dan berdaya saing di masa mendatang

Translate »