Jakarta, 3 Maret 2026 – Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) terus bermanuver memperkuat postur pertahanan nasional tidak hanya dari sisi alutsista, tetapi juga dari sisi manusia. Pada Selasa (3/3), KKIP menggelar rapat koordinasi krusial bersama Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan di Ruang Rapat KKIP. Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pelaksana (Katimlak) KKIP, Letjen TNI (Purn) Dr. Yoedhi Swastanto, MBA.
Fokus utama dalam diskusi ini menyoroti urgensi Konversi Sumber Daya Manusia (SDM) Industri Pertahanan melalui Pembinaan Kesadaran Bela Negara. Dalam arahannya, Katimlak KKIP menegaskan bahwa esensi penguatan industri pertahanan tidak melulu bertumpu pada kemajuan teknologi, melainkan juga sangat bergantung pada kualitas dan karakter manusia yang mengawakinya. Korelasi yang sinergis antara Bacadnas dan pelaku industri pertahanan dinilai sangat vital untuk menciptakan ekosistem pertahanan yang kuat, mandiri, dan berdaya saing global.
Sejalan dengan amanat Undang-Undang Pengelolaan Sumber Daya Nasional, Kepala Bacadnas (Kabacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema, turut mendorong partisipasi aktif dari para pelaku Industri Pertahanan untuk mengambil peran sebagai Komponen Pendukung. Merujuk pada Peraturan Menteri Pertahanan (Permenhan) Nomor 7 Tahun 2021, penyiapan Komponen Pendukung merupakan pilar penting dalam mewujudkan sistem pertahanan semesta.
Pertemuan ini ditutup dengan optimisme bersama bahwa melalui pengawakan SDM yang memiliki fondasi kesadaran Bela Negara yang tinggi, industri pertahanan nasional Indonesia akan semakin tangguh, kokoh, dan disegani di kancah internasional.
