Bagian 1

 

Perkembangan industri tektil di Indonesia saat ini sangat berkembang pesat. Salah satu yang paling dikenal di kalangan militer adalah SRITEX. Di bawah bendera PT. Sri Rejeki Isman, Tbk menjadi salah satu perusahaan terbesar di Asia Tenggara yang memproduksi banyak seragam militer termasuk salah satunya seragam militer NATO. SRITEX memiliki pabrik di jalan KH. Samanhudi No. 88, Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Perusahaan tekstil ini memulasi usaha pertamanya dari kios kecil bernama UD Sri Rejeki di Pasar Klewer, Solo. Pendiri dari perusahaan ini almarhum Ie Djie Shien atau H. Muhammad Lukminto pada tahun 1966.

Pada awal merintis H. Muhammad Lukminto menjadi pedagang kain di pasar Klewer dengan mengambil kain dari produsen di Bandung, Jawa Barat. Karena usahanya cukup pesat perkembangannya, pada tahun 1968 H. Muhammad Lukminto kemudian membuat pabrik cetak kain skala kecil di Baturono, Solo. Saat itu, ia dibantu oleh empat orang pegawainya.

Seiring berjalannya waktu, bisnisnya berkembang cukup pesat. H. Muhammad Lukminto kemudian memindahkan bisnisnya dari Solo ke Sukoharjo dengan membuat pabrik baru yang lebih besar dari sebelumnya. Pada tahun 1972 pabrik yang dibangunnya diberi nama Sri Rejeki Isman Tbk dan mulai terdaftar sebagai Perseroan Terbatas (PT) di Kementerian Perdagangan pada tahun 1978. Usaha SRITEX terus maju dan berkembang pesat, terbukti pada tahun 1982 mereka mendirikan pabrik tenun pertama yang dilanjutkan dengan perluasan pabrik pada tahun 1992. Perluasan pabrik sendiri mencakup penambahan empat lini produksi yang terdiri dari pemintalan, penenunan, sentuhan akhir dan busana. Dengan dijadikan satu atap, diharapkan mempercepat proses produksi.

Dua tahun kemudian tepatnya di tahun 1994, SRITEX mendapat kepercayaan untuk memproduksi kebutuhan seragam militer di Indonesia. Tidak hanya Indonesia saja, SRITEX juga memproduksi kebutuhan seragam militer untuk 35 negara di dunia termasuk North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan Tentara Jerman. 1998 menjadi tahun yang sulit bagi semua perusahaan. Banyak perusahaan bertumbangan akibat dari situasi politik dan krisis moneter. Di saat perusahaan lain berjatuhan, SRITEX berhasil melewatinya. Tidak hanya itu, pertumbuhannya malah menjadi delapan kali lipat dari hasil produksi pada tahun 1992.


[ Masih berlanjut... ]
Translate ยป